Pondok Pesantren Harus Berubah

Peran pesantren dewasa ini telah banyak disudutkan. Mulai dari serba ketinggalan hingga pencetak teroris. Keadaan ini seharusnya diperhatikan secara mendalam oleh umat dan khusus oleh para pengasuh pesantren. Yang dimana kondisi saat ini perlu dengan kreativitas dalam mendidik atau biasa disebut sebagai fiqh da’wah dalam istilah pesantren. Tujuannya pesantren tersebut harus ideal agar tidak mudah diselewengkan citranya serta dianggap kuno. Dan dalam banyak hal telah disebutkan tentang perpaduan antara perkembangan ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Di sinilah letak permasalahan semua pondok pesantren, yaitu menentukan kurikulum yang tepat.

DINAMIKA KURIKULUM PESANTREN

Kurikulum merupakan salah satu instrumen dari suatu lembaga pendidikan, termasuk pendidikan pesantren. Untuk mendapatkan gambaran tentang pengertian kurikulum, akan disinggung terlebih dahulu definisi tentang kurikulum. Menurut Iskandar Wiryokusumo, kurikulum adalah Program pendidikan yang disediakan sekolah untuk siswaâ. Sementara itu, menurut S. Nasution, kurikulum adalah Suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar-mengajar di bawah bimbingan dan tanggung-jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnyaâ.

Dari definisi di atas dapat dipahami bahwa kurikulum pada dasarnya merupakan seperangkat perencanaan dan media untuk mengantarkan lembaga pendidikan untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang diidamkan. Pesantren dalam kelembagaannya, mulai mengembangkan diri dengan jenis dan corak pendidikannya yang bermacam-macam. Pesantren besar, pesantren Tebuireng Jombang, misalnya, di dalamnya telah berkembang madrasah, sekolah umum, sampai perguruan tinggi yang dalam proses pencapaian tujuan institusional selalu menggunakan kurikulum. Tetapi, pesantren yang mengikuti pola salafi (tradisional), mungkin kurikulum belum dirumuskan secara baik.

Kurikulum pesantren salaf yang statusnya sebagai lembaga pendidikan non-formal hanya mempelajari kitab-kitab klasik yang meliputi: Tauhid, Tafsir, Hadits, Fiqh, Ushul Fiqh, Tasawwuf, Bahasa Arab (Nahwu, Sharaf, Balaghah dan Tajwid), Mantiq dan Akhlak. Pelaksanaan kurikulum pendidikan pesantren ini berdasarkan kemudahan dan kompleksitas ilmu atau masalah yang dibahas dalam kitab. Jadi, ada tingkat awal, menengah dan tingkat lanjutan.

Gambaran naskah agama yang harus dibaca dan dipelajari oleh santri, menurut Zamakhsyari Dhofier mencakup kelompok Nahwu dan Sharaf, Ushul Fiqh, Hadits, Tafsir, Tauhid, Tasawwuf, cabang-cabang yang lain seperti Tarikh dan Balaghahâ. Itulah gambaran sekilas isi kurikulum pesantren tentang salaf, yang umumnya keilmuan Islam digali dari kitab-kitab klasik, dan pemberian keterampilan yang bersifat pragmatis dan sederhana.

Adapun karakteristik kurikulum yang ada pada pondok pesantren modern, mulai diadaptasikan dengan kurikulum pendidikan Islam yang disponsori oleh Departemen Agama melalui sekolah formal (madrasah). Kurikulum khusus pesantren dialokasikan dalam muatan lokal atau diterapkan melalui kebijaksanaan sendiri. Gambaran kurikulum lainnya adalah pada pembagian waktu belajar, yaitu mereka belajar keilmuan sesuai dengan kurikulum yang ada di perguruan tinggi (sekolah) pada waktu-waktu kuliah. Waktu selebihnya dengan jam pelajaran yang padat dari pagi sampai malam untuk mengkaji ilmu Islam khas pesantren (pengajian kitab klasik).

Fenomena pesantren sekarang yang mengadopsi pengetahuan umum untuk para santrinya, tetapi masih tetap mempertahankan pengajaran kitab-kitab klasik merupakan upaya untuk meneruskan tujuan utama lembaga pendidikan tersebut, yaitu pendidikan calon ulama yang setia kepada paham Islam tradisional.

Kurikulum pendidikan pesantren modern merupakan perpaduan antara pesantren salaf dan sekolah (perguruan tinggi), diharapkan akan mampu memunculkan output pesantren berkualitas yang tercermin dalam sikap aspiratif, progresif dan tidak ortodoks sehingga santri bisa secara cepat beradaptasi dalam setiap bentuk perubahan peradaban dan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat karena mereka bukan golongan eksklusif dan memiliki kemampuan yang siap pakai.

Mencermati hal di atas, bentuk pendidikan pesantren yang hanya mendasarkan pada kurikulum salaf dan mempunyai ketergantungan yang berlebihan pada Kiai tampaknya merupakan persoalan tersendiri, jika dikaitkan dengan tuntutan perubahan jaman yang senantiasa melaju dengan cepat ini.

Bentuk pesantren yang demikian akan mengarah pada pemahaman Islam yang parsial karena Islam hanya dipahami dengan pendekatan normatif semata. Belum lagi output (santri) yang tidak dipersiapkan untuk menghadapi problematika modern, mereka cenderung mengambil jarak dengan proses perkembangan jaman yang serba cepat ini.

Pesantren dalam bentuk ini, hidup dan matinya sangat tergantung pada kebesaran kiainya, kalau di pesantren tersebut masih ada Kiai yang mumpuni dan dipandang mampu serta diterima oleh masyarakat, maka pesantren tersebut akan tetap eksis. Tetapi sebaliknya, jika pesantren tersebut sudah ditinggal oleh kiainya dan tidak ada pengganti yang mampu melanjutkan, maka berangsur-angsur akan ditinggalkan oleh santrinya. Oleh karena itu, inovasi dalam penataan kurikulum perlu direalisasikan, yaitu merancang kurikulum yang mengacu pada tuntutan masyarakat sekarang dengan tidak meninggalkan karakteristik pesantren yang ada sebab kalau tidak, besar kemungkinan pesantren tersebut akan semakin ditinggalkan oleh para santrinya.

Dalam bentuk kedua, pesantren yang telah mengadopsi kurikulum dan lembaga sekolah, hubungan ideal antara keduanya perlu dikembangkan. Kesadaran dalam mengembangkan bentuk kedua ini, tampaknya mulai tumbuh di kalangan umat Islam. Namun dalam kondisi riil, keberadaan pesantren yang telah mengadopsi kurikulum sekolah (madrasah), ternyata belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Di sana-sini masih banyak terlihat kendala yang dihadapinya sehingga hasilnya pun belum pada taraf memuaskan. Oleh karena itu, upaya untuk merumuskan kembali lembaga yang bercirikan pesantren yang mampu untuk memproduk siswa (santri) yang benar-benar mempunyai kemampuan profesional serta berakhlak mulia senantiasa perlu dilakukan terus-menerus secara berkesinambungan.

Dengan kesadaran ini dapat diyakini bahwa integritas pendidikan sekolah ke dalam lingkungan pendidikan pesantren, sebagaimana tampak dewasa ini, merupakan kecenderungan positif yang diharapkan bisa menepis beberapa kelemahan masing-masing. Bagi pendidikan pesantren, integrasi semacam itu merupakan peluang yang sangat strategis untuk mengembangkan tujuan pendidikan secara lebih aktual dan kontekstual.

Pondok Pesantren ” Harus Bisa ” Kembangkan Pendidikan Berbasis Teknologi,

Direktur Eksekutif Reform Institut, Yudi Latif menilai kemandirian pesantren sebagai pusat pendidikan Islam berbasis kemandirian ekonomi, semakin goyah seiring lemahnya dukungan internal lingkungan pondok pesantren, yang menjadi harapan dalam pengembangan sistem pendidikan.

"Daya kemandirian pesantren sudah goyah, seiring lemahnya dukungan ekonomi dari kekuatan santri pedagang yang umumnya membantu kelangsungan hidup pondok pesantren, " kata Yudi Latif usai peluncuran buku pendidikan Islam di Asia Tenggara dan Asia selatan, di Gedung JMC Jakarta, Selasa(25/04).

Menurutnya, untuk mengatasi masalah internal, pondok pesantren saat ini memiliki kecenderungan merubah paradigma, dari sistem kurikulum pendidikan murni menjadi sentra produksi. Hal ini, sejalan dengan menurunnya aktualisasi para santri lulusan pesantren, di mana ruang gerak mereka terbatas untuk dijadikan rujukan satu isu.

Dalam kesempatan lain beliau menyesalkan banyak peantren yang telah kehilangan peran dalam tatanan masyarakat sosial. "Dulu pesantren sangat mandiri dan independen, dikatakan independen karena mereka menguasai alat produksi yang mereka miliki, karena punya kekayaan itu mereka mandiri, dan tidak bergantung pada pemerintah, " tandasnya.

Lebih lanjut Yudi Latif mengatakan, potensi pesantren sebagai sarana konstruktif untuk menangani konflik yang terjadi pada masyarakat dapat dihidupkan kembali dengan inovasi baru, yang memperlihatkan fungsi independen dalam menangani konflik.

"Pesantren harus mempunyai peran strategis di tengah masyarakat, bisa diberdayakan sebagai penafsir budaya yang diperkuat dengan daya analisis sosiologi, tidak hanya agama. Misalnya pesantren berperan di garda terdepan sebagai upaya menciptakan kondisi yang baik, dan juga membela kaum tertindas seperti pada korban lumpur Lapindo, " jelasnya. ( Juga harusnya lebih banyak peran lagi yang diambil oleh pesantren)

Ia menegaskan, dalam rangka mengembalikan kualitas pola pembelajaran pesantren, sebaiknya pondok pesantren harus bisa menekankan pendidikan berbasis teknologi, dibandingkan pendidikan yang hanya berbasis hafalan, serta melibatkan para pengajar yang berkompeten dibidang agama juga harus mahir dibidang teknologi.

"Saat ini, kemunculan pendidikan pesantren berbasis teknologi, perlahan sudah mulai dilakukan oleh para pengasuh pondok pesantren. Namun, jumlahnya belum banyak, ' jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, perubahan cara pandang pesantren tanpa menghapus semangat keIslaman, akan berdampak positif untuk kemajuan pendidikan Islam di masa mendatang.

Ingin Maju, Pesantren Jangan Cuma Andalkan Figur Pengasuhnya

Lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren ataupun madrasah sebaiknya dapat berorientasi pada sistem yang baik, sebab apabila hanya mengandalkan kepada figur pengelola, maka lembaga itu sangat bergantung kepada pengelolanya. Hal tersebut dikatakan Mantan Menteri Agama yang juga Penasihat Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdhatul Ulama Tolchah Hasan, di Jakarta.

"Ada pesantren yang popular pencetak tokoh dalam keadaan kolaps, tapi ada yang baru sudah maju karena menerapkan sistem yang baik, ujarnya.

Menurutnya, dengan sistem yang baik termasuk dalam mengatur lembaga pendidikan, maka lembaga itu akan mampu bersaing dengan yang lain, karena yang mengelolanya berpedoman kepada sistem yang diterapkan.

Mencermati lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama, Ia merasa prihatin, karena pada umumnya masih mengandalan pada figur pengasuhnya.

"Maju mundurnya pondok pesantren lebih ditentukan figur bukan sistem, sampai pada saat peralihan sistem pesantren ke sekolahan, andalan di NU tetap pada figur, "tukasnya.

Ia menambahkan, Saat ini ada 17 ribu pondok pesantren, tetapi kebanyakan dari perkerbangannya masih tergantung kepada pengasuhnya, dan saat ini berdasarkan survei yang dilakukan pad a38 pesantren, dalam kurun 5 tahun ini mengalami penurunan jumlah santri akibat adanya pergantian pengasuh.

Meski demikian, lanjutnya, ada juga pesantren luar jawa yang menerapkan sistem serta berupaya mengembangkan SMK berbasis pesantren, seperti di Pekanbaru 5 tahun lalu, mengembangkan aliyah dan teknologi. Sehingga tamatannya dapat masuk di berbagai perguruan tinggi bergengsi seperti ITS, dan ITB.

'Bantuan Asing untuk Pesantren Jangan untuk Tekan Lembaga Islam'

Bantuan asing kepada dunia pesantren tidak boleh mengikat dan merubah kurikulum. Sebab, pesantren adalah lembaga pendidikan independen yang punya kewenangan dan kemandirian sendiri dalam pengelolaannya. Demikian anggota Komisi VIII FPKS DPR RI DH. Al-Yusni, di Jakarta, Rabu (29/3) menanggapi sejumlah bantuan asing dalam bentuk dana, kerjasama, maupun pembangunan fisik pesantren.

Beberapa waktu yang lalu sebuah lembaga Non-Government Organization (NGO) asal Jepang menawarkan program kerjasama di bidang sains kepada sejumlah pesantren dengan syarat kurikulum keagamaan dikurangi, dan digantikan dengan kurikulum sains. Konon, Perdana Menteri Inggris Tony Blair juga tengah berkunjung ke sejumlah pesantren untuk melakukan kerjasama.

Ia berharap paket bantuan dan kerjasama itu bukan menjadi pintu masuk bagi pihak asing untuk mengawasi pesantren.”Untuk meningkatkan lembaga pendidikan ini jangan sampai digunakan untuk mencurigai lembaga pesantren. Karena pesantren itu lembaga yang mengajarkan moralitas, bukan kekerasan atau terorisme seperti yang selama ini dituduhkan mereka,” tegasnya.

Ia menyatakan, “Bagi kita memajukan dunia pesantren itu positif, apakah itu dalam bentuk dana, sarana fisik atau kerjasama. Tapi, pesantren itu punya otoritas sendiri. Jadi pesantren itu punya kewenangan sendiri. Kita ingin kerjasama itu tanpa syarat. Kalau ada unsur menekan kepada pesantren maka harus kita tolak."

Menurutnya, selama ini dunia pesantren bisa hidup dan menjalankan aktivitas secara mandiri tanpa bantuan dari pihak luar. “Tanpa bantuanpun pesantren bisa jalan. Karena itu dalam pola kerjasama ini tidak boleh ada barter kurikulum,” tegasnya.

“Yang namanya kerjasama silahkan, asal tidak menganggu kinerja dan kurikulum pesantren. Tapi kita juga berpandangan posistif dengan kunjungan dan kerjasama dari asing itu kepada pesantren. Ini artinya pesantren adalah lembaga yang istimewa. Karena pesantren dapat melahirkan tokoh-tokoh nasional dan menjadi penjaga moral,” katanya.

(Mu'tashim Billah, dari banyak sumber)

» Read More...

CINTA (lima huruf yang tak pernah selesai untuk dibahas)

"Cinta itu indah sekiranya karen ALLAH."
"Allah tidak memberi kita hak melainkan untuk menyayangi sesama kita"
"Aku menyintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu"

"Karuniakanlah aku seseorang yang aku perlu, bukan seseorang yang aku mau"
"Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu"
"Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku padaMu"
"Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya terpaut padaMu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta nafsu"

"Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling hatiku dariMu"
"Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalanMu"
"Jagalah kenikmatan mencintai kekasihMu agar tidak melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirMu"

"Jagalah rinduku padanya, agar tidak lalai aku merindukan syurgaMu"
"Aku mendambakan cinta suci yang terjaga"
"Cinta kerana Allah tidak ternilai harganya"
"Hubungan ini terjaga selagi dia menjaga hubungan dengan Yang Maha Kuasa"

Izinkan aku menggelar sajadah bersamanya

Tentang dia.......
Aku melihatnya dalam siluet/bayangan senja
Terbalut jilbab besarnya
Berdiri terpesona
Memandang lepas horison penuh makna
Angin senja mengabarkan padaku
Getar Subhanallah yang terucap dari bibirnya
Diantara deru ombak yang membasahi kaus kakinya

Terucap Subhanallah dalam hatiku
Atas hamba yang tafakur dalam geraknya
Terpesona dalam medannya
Tergerak menuju cita

Dibatas horison itu, dia yakin akan surga
Keyakinan yang menghunjam dada
Menggetar bibir untuk berdzikir
Merentang tangan untuk sesama
Menebar senyum penuh damai

Menuturkan bahasa lembut yang menyentuh
Membuka hati yang biru untukk mengadu
Tentang dia.....
Hamba dalam siluet senja itu
Tertangkup tangan doa bahagia untuknya
Terbisik harapan pada Robbi...
Ya Allah....

Izinkan aku menggelar sajadah bersamanya
Beralas cinta berujung surga
Yang menenggelamkan kami dalam sujud penuh kerinduan kepada-Mu
Dalam takbir yang mengakui Keagungan-Mu
Dalam salam yang mengingatkan kami bermanfaat bagi sesama
Dalam wudhu yang membersihkan hati kami untuk melihat Wajah-Mu
Dalam tilawah yang kami lantunkan penuh haru
Dalam dzikir yang tiada akhir

Yang membuat kami semakin kagum akan Pesona-Mu
Menyukuri ayat-ayat Cinta-Mu yang Kau bentangkan pada kami
Yang menetapkan kami menjadi Akhlakul Karimah Rohmatan lil Alamin
Ya Allah....
Izinkan aku menggelar sajadah bersamanya
Amin...

GUBAHAN SANG PERINDU

Untuk Para Ikhwan, Mari Aminkan Do'a berikut ini
Untuk Para Akhwat, Dengarkanlah Do'a Para Ikhwan Yg Masih Sendiri Ini

Aku berdoa untuk seorang wanita yang akan
menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih
dari segala sesuatu
Seorang yang akan meletakkanku pada
posisi di hatinya setelah Engkau dan
Muhammad
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya
sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain

Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting
Yang terpenting adalah hati yang sungguh
mencintai dan dekat dengan Engkau
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu
ada pada pribadinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan
untuk apa ia hidup
Sehingga hidupnya tidak sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak,
tidak hanya otak yang cerdas
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku tapi
juga menghormatiku
Seorang yang tidak hanya memujaku tetapi
juga dapat menasehatiku
Seseorang yang mencintaiku bukan karena
fisikku, hartaku atau statusku tapi karena
Engkau

Seorang yang dapat menjadi sahabat
terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang membuatku merasa
sebagai lelaki tangguh ketika aku berada di
sisinya
Seseorang yang bisa menjadi navigator sang
nahkoda kapal
Seseorang yang bisa menjadi penuntun
kenakalan balita yang nakal
Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa
Seseorang yang sabar mengingatkan saat
diriku lancang

Tuhanku?
Aku tak meminta seseorang yang sempurna
Hingga aku dapat membuatnya sempurna di
mataMu
Seseorang yang membutuhkan dukunganku
sebagai peneguhnya
Seorang yang membutuhkan doaku untuk
kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku
untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk
membuat hidupnya lebih hidup

Aku tidak mengharap dia orang yang semulia
Ummu Sulaim,
Atau setaqwa Aisyah, pun setabah Fatimah,
Ataupun sekaya bunda Khadijah, setegar
Asma
Juga segagah Nusaibah, apalagi secantik
Zainab
Aku hanya mengharap seorang wanita akhir
zaman,
Yang punya cita-cita mengikuti jejak
mereka,
Menjadi sholehah, menjadi ainul
mardhiyah?

Karena aku sadar aku bukanlah manusia
mulia Muhammad SAW,
Tidak setaqwa Abu Bakar,
Pun tidak setampan Ali,
Ataupun segagah Umar
Apalagi sekaya Utsman.
Aku hanyalah seorang pria akhir zaman yang
punya cita ? cita
Berusaha mengikuti mereka, membangun
keturunan yang sholeh
Membangun peradaban, dan membuat
Rasulullah bangga di akhirat?

Tuhanku?
Aku juga meminta,
Jadikan aku pelindung baginya?
Buatlah aku menjadi lelaki yang dapat
membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu
sehingga aku dapat mencintainya dengan
sepenuh jiwaku

Berikanlah sifat yang lembut, sehingga
auraku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu
berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku
dapat melihat banyak dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan
kata-kata bijaksana,
Mampu memberikan semangat serta
mendukungnya setiap saat

Bunga mawar tak mekar dalam semalam,
namun bisa layu dalam sedetik
Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari,
namun bisa hancur dalam sekejap
Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan
sesaat, namun bisa saja terberai dalam
sesaat
Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah
perjalanan?.
Tapi awal sebuah langkahKarenanya,
jadikanlah pernikahan kami sebagai titian
Utk belajar kesabaran & ridho-Mu, ya Rabb?

Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu,
aku berharap kami berduadapat mengatakan:
" Betapa Maha Besarnya Engkau karena
telah memberikan kepadakupasangan yang
dapat membuat hidupku menjadi sempurna".

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami
bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segalanya indah
pada waktu yang telah Engkau tentukan

Untuk Para Akhwat... Mari kita Aminkan Doa ini bersama-sama.
Untuk Para Ikhwan....Dengarlah Doa Para Akhwat yang sangat
merindukan datangnya seorang pendamping hidup dalam berdakwah.

Ya Allah ........
Aku berdo'a untuk seorang pria yang akan menjadi
bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari
segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi
kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya
sendiri tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik bagiku tidaklah
penting
Yang terpenting adalah sebuah hati yang sungguh
mencintai dan dekat dengan Engkau , ya Allah
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada
dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk
apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak
hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi
juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi
juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah
Seseorang yang mencintaiku bukan karena
kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat
terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa
sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya

Ya Allah....
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna
namun aku meminta seseorang yang tidak
sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di
mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku
sebagai peneguh di jalan dakwah
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk
kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk
mengatasi segala kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk
membuat hidupnya menjadi sempurna

ya Allah....
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat
membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu
sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar
cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga
kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu
mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat
melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk
dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata
bijaksana,
mampu memberikan semangat serta
mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk
dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku
berharap kami berdua dapat mengatakan:
"Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah
memberikan kepadaku pasangan yang dapat
membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami
bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya
Indah pada waktu yang telah Engkau tentukan
Amin....

(Dari berbagai sumber dokumentasi suara hati para ikwan dan akhwat)

Oleh : Ust. Sudarmawan S.PdI

» Read More...