Pondok Pesantren Harus Berubah

Peran pesantren dewasa ini telah banyak disudutkan. Mulai dari serba ketinggalan hingga pencetak teroris. Keadaan ini seharusnya diperhatikan secara mendalam oleh umat dan khusus oleh para pengasuh pesantren. Yang dimana kondisi saat ini perlu dengan kreativitas dalam mendidik atau biasa disebut sebagai fiqh da’wah dalam istilah pesantren. Tujuannya pesantren tersebut harus ideal agar tidak mudah diselewengkan citranya serta dianggap kuno. Dan dalam banyak hal telah disebutkan tentang perpaduan antara perkembangan ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Di sinilah letak permasalahan semua pondok pesantren, yaitu menentukan kurikulum yang tepat.

DINAMIKA KURIKULUM PESANTREN

Kurikulum merupakan salah satu instrumen dari suatu lembaga pendidikan, termasuk pendidikan pesantren. Untuk mendapatkan gambaran tentang pengertian kurikulum, akan disinggung terlebih dahulu definisi tentang kurikulum. Menurut Iskandar Wiryokusumo, kurikulum adalah Program pendidikan yang disediakan sekolah untuk siswaâ. Sementara itu, menurut S. Nasution, kurikulum adalah Suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar-mengajar di bawah bimbingan dan tanggung-jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajarnyaâ.

Dari definisi di atas dapat dipahami bahwa kurikulum pada dasarnya merupakan seperangkat perencanaan dan media untuk mengantarkan lembaga pendidikan untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang diidamkan. Pesantren dalam kelembagaannya, mulai mengembangkan diri dengan jenis dan corak pendidikannya yang bermacam-macam. Pesantren besar, pesantren Tebuireng Jombang, misalnya, di dalamnya telah berkembang madrasah, sekolah umum, sampai perguruan tinggi yang dalam proses pencapaian tujuan institusional selalu menggunakan kurikulum. Tetapi, pesantren yang mengikuti pola salafi (tradisional), mungkin kurikulum belum dirumuskan secara baik.

Kurikulum pesantren salaf yang statusnya sebagai lembaga pendidikan non-formal hanya mempelajari kitab-kitab klasik yang meliputi: Tauhid, Tafsir, Hadits, Fiqh, Ushul Fiqh, Tasawwuf, Bahasa Arab (Nahwu, Sharaf, Balaghah dan Tajwid), Mantiq dan Akhlak. Pelaksanaan kurikulum pendidikan pesantren ini berdasarkan kemudahan dan kompleksitas ilmu atau masalah yang dibahas dalam kitab. Jadi, ada tingkat awal, menengah dan tingkat lanjutan.

Gambaran naskah agama yang harus dibaca dan dipelajari oleh santri, menurut Zamakhsyari Dhofier mencakup kelompok Nahwu dan Sharaf, Ushul Fiqh, Hadits, Tafsir, Tauhid, Tasawwuf, cabang-cabang yang lain seperti Tarikh dan Balaghahâ. Itulah gambaran sekilas isi kurikulum pesantren tentang salaf, yang umumnya keilmuan Islam digali dari kitab-kitab klasik, dan pemberian keterampilan yang bersifat pragmatis dan sederhana.

Adapun karakteristik kurikulum yang ada pada pondok pesantren modern, mulai diadaptasikan dengan kurikulum pendidikan Islam yang disponsori oleh Departemen Agama melalui sekolah formal (madrasah). Kurikulum khusus pesantren dialokasikan dalam muatan lokal atau diterapkan melalui kebijaksanaan sendiri. Gambaran kurikulum lainnya adalah pada pembagian waktu belajar, yaitu mereka belajar keilmuan sesuai dengan kurikulum yang ada di perguruan tinggi (sekolah) pada waktu-waktu kuliah. Waktu selebihnya dengan jam pelajaran yang padat dari pagi sampai malam untuk mengkaji ilmu Islam khas pesantren (pengajian kitab klasik).

Fenomena pesantren sekarang yang mengadopsi pengetahuan umum untuk para santrinya, tetapi masih tetap mempertahankan pengajaran kitab-kitab klasik merupakan upaya untuk meneruskan tujuan utama lembaga pendidikan tersebut, yaitu pendidikan calon ulama yang setia kepada paham Islam tradisional.

Kurikulum pendidikan pesantren modern merupakan perpaduan antara pesantren salaf dan sekolah (perguruan tinggi), diharapkan akan mampu memunculkan output pesantren berkualitas yang tercermin dalam sikap aspiratif, progresif dan tidak ortodoks sehingga santri bisa secara cepat beradaptasi dalam setiap bentuk perubahan peradaban dan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat karena mereka bukan golongan eksklusif dan memiliki kemampuan yang siap pakai.

Mencermati hal di atas, bentuk pendidikan pesantren yang hanya mendasarkan pada kurikulum salaf dan mempunyai ketergantungan yang berlebihan pada Kiai tampaknya merupakan persoalan tersendiri, jika dikaitkan dengan tuntutan perubahan jaman yang senantiasa melaju dengan cepat ini.

Bentuk pesantren yang demikian akan mengarah pada pemahaman Islam yang parsial karena Islam hanya dipahami dengan pendekatan normatif semata. Belum lagi output (santri) yang tidak dipersiapkan untuk menghadapi problematika modern, mereka cenderung mengambil jarak dengan proses perkembangan jaman yang serba cepat ini.

Pesantren dalam bentuk ini, hidup dan matinya sangat tergantung pada kebesaran kiainya, kalau di pesantren tersebut masih ada Kiai yang mumpuni dan dipandang mampu serta diterima oleh masyarakat, maka pesantren tersebut akan tetap eksis. Tetapi sebaliknya, jika pesantren tersebut sudah ditinggal oleh kiainya dan tidak ada pengganti yang mampu melanjutkan, maka berangsur-angsur akan ditinggalkan oleh santrinya. Oleh karena itu, inovasi dalam penataan kurikulum perlu direalisasikan, yaitu merancang kurikulum yang mengacu pada tuntutan masyarakat sekarang dengan tidak meninggalkan karakteristik pesantren yang ada sebab kalau tidak, besar kemungkinan pesantren tersebut akan semakin ditinggalkan oleh para santrinya.

Dalam bentuk kedua, pesantren yang telah mengadopsi kurikulum dan lembaga sekolah, hubungan ideal antara keduanya perlu dikembangkan. Kesadaran dalam mengembangkan bentuk kedua ini, tampaknya mulai tumbuh di kalangan umat Islam. Namun dalam kondisi riil, keberadaan pesantren yang telah mengadopsi kurikulum sekolah (madrasah), ternyata belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Di sana-sini masih banyak terlihat kendala yang dihadapinya sehingga hasilnya pun belum pada taraf memuaskan. Oleh karena itu, upaya untuk merumuskan kembali lembaga yang bercirikan pesantren yang mampu untuk memproduk siswa (santri) yang benar-benar mempunyai kemampuan profesional serta berakhlak mulia senantiasa perlu dilakukan terus-menerus secara berkesinambungan.

Dengan kesadaran ini dapat diyakini bahwa integritas pendidikan sekolah ke dalam lingkungan pendidikan pesantren, sebagaimana tampak dewasa ini, merupakan kecenderungan positif yang diharapkan bisa menepis beberapa kelemahan masing-masing. Bagi pendidikan pesantren, integrasi semacam itu merupakan peluang yang sangat strategis untuk mengembangkan tujuan pendidikan secara lebih aktual dan kontekstual.

Pondok Pesantren ” Harus Bisa ” Kembangkan Pendidikan Berbasis Teknologi,

Direktur Eksekutif Reform Institut, Yudi Latif menilai kemandirian pesantren sebagai pusat pendidikan Islam berbasis kemandirian ekonomi, semakin goyah seiring lemahnya dukungan internal lingkungan pondok pesantren, yang menjadi harapan dalam pengembangan sistem pendidikan.

"Daya kemandirian pesantren sudah goyah, seiring lemahnya dukungan ekonomi dari kekuatan santri pedagang yang umumnya membantu kelangsungan hidup pondok pesantren, " kata Yudi Latif usai peluncuran buku pendidikan Islam di Asia Tenggara dan Asia selatan, di Gedung JMC Jakarta, Selasa(25/04).

Menurutnya, untuk mengatasi masalah internal, pondok pesantren saat ini memiliki kecenderungan merubah paradigma, dari sistem kurikulum pendidikan murni menjadi sentra produksi. Hal ini, sejalan dengan menurunnya aktualisasi para santri lulusan pesantren, di mana ruang gerak mereka terbatas untuk dijadikan rujukan satu isu.

Dalam kesempatan lain beliau menyesalkan banyak peantren yang telah kehilangan peran dalam tatanan masyarakat sosial. "Dulu pesantren sangat mandiri dan independen, dikatakan independen karena mereka menguasai alat produksi yang mereka miliki, karena punya kekayaan itu mereka mandiri, dan tidak bergantung pada pemerintah, " tandasnya.

Lebih lanjut Yudi Latif mengatakan, potensi pesantren sebagai sarana konstruktif untuk menangani konflik yang terjadi pada masyarakat dapat dihidupkan kembali dengan inovasi baru, yang memperlihatkan fungsi independen dalam menangani konflik.

"Pesantren harus mempunyai peran strategis di tengah masyarakat, bisa diberdayakan sebagai penafsir budaya yang diperkuat dengan daya analisis sosiologi, tidak hanya agama. Misalnya pesantren berperan di garda terdepan sebagai upaya menciptakan kondisi yang baik, dan juga membela kaum tertindas seperti pada korban lumpur Lapindo, " jelasnya. ( Juga harusnya lebih banyak peran lagi yang diambil oleh pesantren)

Ia menegaskan, dalam rangka mengembalikan kualitas pola pembelajaran pesantren, sebaiknya pondok pesantren harus bisa menekankan pendidikan berbasis teknologi, dibandingkan pendidikan yang hanya berbasis hafalan, serta melibatkan para pengajar yang berkompeten dibidang agama juga harus mahir dibidang teknologi.

"Saat ini, kemunculan pendidikan pesantren berbasis teknologi, perlahan sudah mulai dilakukan oleh para pengasuh pondok pesantren. Namun, jumlahnya belum banyak, ' jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, perubahan cara pandang pesantren tanpa menghapus semangat keIslaman, akan berdampak positif untuk kemajuan pendidikan Islam di masa mendatang.

Ingin Maju, Pesantren Jangan Cuma Andalkan Figur Pengasuhnya

Lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren ataupun madrasah sebaiknya dapat berorientasi pada sistem yang baik, sebab apabila hanya mengandalkan kepada figur pengelola, maka lembaga itu sangat bergantung kepada pengelolanya. Hal tersebut dikatakan Mantan Menteri Agama yang juga Penasihat Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdhatul Ulama Tolchah Hasan, di Jakarta.

"Ada pesantren yang popular pencetak tokoh dalam keadaan kolaps, tapi ada yang baru sudah maju karena menerapkan sistem yang baik, ujarnya.

Menurutnya, dengan sistem yang baik termasuk dalam mengatur lembaga pendidikan, maka lembaga itu akan mampu bersaing dengan yang lain, karena yang mengelolanya berpedoman kepada sistem yang diterapkan.

Mencermati lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama, Ia merasa prihatin, karena pada umumnya masih mengandalan pada figur pengasuhnya.

"Maju mundurnya pondok pesantren lebih ditentukan figur bukan sistem, sampai pada saat peralihan sistem pesantren ke sekolahan, andalan di NU tetap pada figur, "tukasnya.

Ia menambahkan, Saat ini ada 17 ribu pondok pesantren, tetapi kebanyakan dari perkerbangannya masih tergantung kepada pengasuhnya, dan saat ini berdasarkan survei yang dilakukan pad a38 pesantren, dalam kurun 5 tahun ini mengalami penurunan jumlah santri akibat adanya pergantian pengasuh.

Meski demikian, lanjutnya, ada juga pesantren luar jawa yang menerapkan sistem serta berupaya mengembangkan SMK berbasis pesantren, seperti di Pekanbaru 5 tahun lalu, mengembangkan aliyah dan teknologi. Sehingga tamatannya dapat masuk di berbagai perguruan tinggi bergengsi seperti ITS, dan ITB.

'Bantuan Asing untuk Pesantren Jangan untuk Tekan Lembaga Islam'

Bantuan asing kepada dunia pesantren tidak boleh mengikat dan merubah kurikulum. Sebab, pesantren adalah lembaga pendidikan independen yang punya kewenangan dan kemandirian sendiri dalam pengelolaannya. Demikian anggota Komisi VIII FPKS DPR RI DH. Al-Yusni, di Jakarta, Rabu (29/3) menanggapi sejumlah bantuan asing dalam bentuk dana, kerjasama, maupun pembangunan fisik pesantren.

Beberapa waktu yang lalu sebuah lembaga Non-Government Organization (NGO) asal Jepang menawarkan program kerjasama di bidang sains kepada sejumlah pesantren dengan syarat kurikulum keagamaan dikurangi, dan digantikan dengan kurikulum sains. Konon, Perdana Menteri Inggris Tony Blair juga tengah berkunjung ke sejumlah pesantren untuk melakukan kerjasama.

Ia berharap paket bantuan dan kerjasama itu bukan menjadi pintu masuk bagi pihak asing untuk mengawasi pesantren.”Untuk meningkatkan lembaga pendidikan ini jangan sampai digunakan untuk mencurigai lembaga pesantren. Karena pesantren itu lembaga yang mengajarkan moralitas, bukan kekerasan atau terorisme seperti yang selama ini dituduhkan mereka,” tegasnya.

Ia menyatakan, “Bagi kita memajukan dunia pesantren itu positif, apakah itu dalam bentuk dana, sarana fisik atau kerjasama. Tapi, pesantren itu punya otoritas sendiri. Jadi pesantren itu punya kewenangan sendiri. Kita ingin kerjasama itu tanpa syarat. Kalau ada unsur menekan kepada pesantren maka harus kita tolak."

Menurutnya, selama ini dunia pesantren bisa hidup dan menjalankan aktivitas secara mandiri tanpa bantuan dari pihak luar. “Tanpa bantuanpun pesantren bisa jalan. Karena itu dalam pola kerjasama ini tidak boleh ada barter kurikulum,” tegasnya.

“Yang namanya kerjasama silahkan, asal tidak menganggu kinerja dan kurikulum pesantren. Tapi kita juga berpandangan posistif dengan kunjungan dan kerjasama dari asing itu kepada pesantren. Ini artinya pesantren adalah lembaga yang istimewa. Karena pesantren dapat melahirkan tokoh-tokoh nasional dan menjadi penjaga moral,” katanya.

(Mu'tashim Billah, dari banyak sumber)

» Read More...

CINTA (lima huruf yang tak pernah selesai untuk dibahas)

"Cinta itu indah sekiranya karen ALLAH."
"Allah tidak memberi kita hak melainkan untuk menyayangi sesama kita"
"Aku menyintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu"

"Karuniakanlah aku seseorang yang aku perlu, bukan seseorang yang aku mau"
"Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu"
"Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku padaMu"
"Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya terpaut padaMu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta nafsu"

"Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling hatiku dariMu"
"Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalanMu"
"Jagalah kenikmatan mencintai kekasihMu agar tidak melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirMu"

"Jagalah rinduku padanya, agar tidak lalai aku merindukan syurgaMu"
"Aku mendambakan cinta suci yang terjaga"
"Cinta kerana Allah tidak ternilai harganya"
"Hubungan ini terjaga selagi dia menjaga hubungan dengan Yang Maha Kuasa"

Izinkan aku menggelar sajadah bersamanya

Tentang dia.......
Aku melihatnya dalam siluet/bayangan senja
Terbalut jilbab besarnya
Berdiri terpesona
Memandang lepas horison penuh makna
Angin senja mengabarkan padaku
Getar Subhanallah yang terucap dari bibirnya
Diantara deru ombak yang membasahi kaus kakinya

Terucap Subhanallah dalam hatiku
Atas hamba yang tafakur dalam geraknya
Terpesona dalam medannya
Tergerak menuju cita

Dibatas horison itu, dia yakin akan surga
Keyakinan yang menghunjam dada
Menggetar bibir untuk berdzikir
Merentang tangan untuk sesama
Menebar senyum penuh damai

Menuturkan bahasa lembut yang menyentuh
Membuka hati yang biru untukk mengadu
Tentang dia.....
Hamba dalam siluet senja itu
Tertangkup tangan doa bahagia untuknya
Terbisik harapan pada Robbi...
Ya Allah....

Izinkan aku menggelar sajadah bersamanya
Beralas cinta berujung surga
Yang menenggelamkan kami dalam sujud penuh kerinduan kepada-Mu
Dalam takbir yang mengakui Keagungan-Mu
Dalam salam yang mengingatkan kami bermanfaat bagi sesama
Dalam wudhu yang membersihkan hati kami untuk melihat Wajah-Mu
Dalam tilawah yang kami lantunkan penuh haru
Dalam dzikir yang tiada akhir

Yang membuat kami semakin kagum akan Pesona-Mu
Menyukuri ayat-ayat Cinta-Mu yang Kau bentangkan pada kami
Yang menetapkan kami menjadi Akhlakul Karimah Rohmatan lil Alamin
Ya Allah....
Izinkan aku menggelar sajadah bersamanya
Amin...

GUBAHAN SANG PERINDU

Untuk Para Ikhwan, Mari Aminkan Do'a berikut ini
Untuk Para Akhwat, Dengarkanlah Do'a Para Ikhwan Yg Masih Sendiri Ini

Aku berdoa untuk seorang wanita yang akan
menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih
dari segala sesuatu
Seorang yang akan meletakkanku pada
posisi di hatinya setelah Engkau dan
Muhammad
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya
sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain

Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting
Yang terpenting adalah hati yang sungguh
mencintai dan dekat dengan Engkau
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu
ada pada pribadinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan
untuk apa ia hidup
Sehingga hidupnya tidak sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak,
tidak hanya otak yang cerdas
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku tapi
juga menghormatiku
Seorang yang tidak hanya memujaku tetapi
juga dapat menasehatiku
Seseorang yang mencintaiku bukan karena
fisikku, hartaku atau statusku tapi karena
Engkau

Seorang yang dapat menjadi sahabat
terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang membuatku merasa
sebagai lelaki tangguh ketika aku berada di
sisinya
Seseorang yang bisa menjadi navigator sang
nahkoda kapal
Seseorang yang bisa menjadi penuntun
kenakalan balita yang nakal
Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa
Seseorang yang sabar mengingatkan saat
diriku lancang

Tuhanku?
Aku tak meminta seseorang yang sempurna
Hingga aku dapat membuatnya sempurna di
mataMu
Seseorang yang membutuhkan dukunganku
sebagai peneguhnya
Seorang yang membutuhkan doaku untuk
kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku
untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk
membuat hidupnya lebih hidup

Aku tidak mengharap dia orang yang semulia
Ummu Sulaim,
Atau setaqwa Aisyah, pun setabah Fatimah,
Ataupun sekaya bunda Khadijah, setegar
Asma
Juga segagah Nusaibah, apalagi secantik
Zainab
Aku hanya mengharap seorang wanita akhir
zaman,
Yang punya cita-cita mengikuti jejak
mereka,
Menjadi sholehah, menjadi ainul
mardhiyah?

Karena aku sadar aku bukanlah manusia
mulia Muhammad SAW,
Tidak setaqwa Abu Bakar,
Pun tidak setampan Ali,
Ataupun segagah Umar
Apalagi sekaya Utsman.
Aku hanyalah seorang pria akhir zaman yang
punya cita ? cita
Berusaha mengikuti mereka, membangun
keturunan yang sholeh
Membangun peradaban, dan membuat
Rasulullah bangga di akhirat?

Tuhanku?
Aku juga meminta,
Jadikan aku pelindung baginya?
Buatlah aku menjadi lelaki yang dapat
membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu
sehingga aku dapat mencintainya dengan
sepenuh jiwaku

Berikanlah sifat yang lembut, sehingga
auraku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu
berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku
dapat melihat banyak dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan
kata-kata bijaksana,
Mampu memberikan semangat serta
mendukungnya setiap saat

Bunga mawar tak mekar dalam semalam,
namun bisa layu dalam sedetik
Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari,
namun bisa hancur dalam sekejap
Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan
sesaat, namun bisa saja terberai dalam
sesaat
Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah
perjalanan?.
Tapi awal sebuah langkahKarenanya,
jadikanlah pernikahan kami sebagai titian
Utk belajar kesabaran & ridho-Mu, ya Rabb?

Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu,
aku berharap kami berduadapat mengatakan:
" Betapa Maha Besarnya Engkau karena
telah memberikan kepadakupasangan yang
dapat membuat hidupku menjadi sempurna".

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami
bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segalanya indah
pada waktu yang telah Engkau tentukan

Untuk Para Akhwat... Mari kita Aminkan Doa ini bersama-sama.
Untuk Para Ikhwan....Dengarlah Doa Para Akhwat yang sangat
merindukan datangnya seorang pendamping hidup dalam berdakwah.

Ya Allah ........
Aku berdo'a untuk seorang pria yang akan menjadi
bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari
segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi
kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya
sendiri tetapi untukMu

Wajah tampan dan daya tarik fisik bagiku tidaklah
penting
Yang terpenting adalah sebuah hati yang sungguh
mencintai dan dekat dengan Engkau , ya Allah
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada
dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk
apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak
hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi
juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi
juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah
Seseorang yang mencintaiku bukan karena
kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat
terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa
sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya

Ya Allah....
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna
namun aku meminta seseorang yang tidak
sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di
mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku
sebagai peneguh di jalan dakwah
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk
kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk
mengatasi segala kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk
membuat hidupnya menjadi sempurna

ya Allah....
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat
membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu
sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar
cintaku

Berikanlah sifat yang lembut sehingga
kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu
mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat
melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk
dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata
bijaksana,
mampu memberikan semangat serta
mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk
dirinya setiap pagi

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku
berharap kami berdua dapat mengatakan:
"Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah
memberikan kepadaku pasangan yang dapat
membuat hidupku menjadi sempurna."

Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami
bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya
Indah pada waktu yang telah Engkau tentukan
Amin....

(Dari berbagai sumber dokumentasi suara hati para ikwan dan akhwat)

Oleh : Ust. Sudarmawan S.PdI

» Read More...

REUNI yuukzz!!!

ADA MANFAAT
DIBALIK ACARA REUNI


Assalamualaikum WR WB para pengunjung yang budiman, bagi anda yang pernah merasakan bangku SMP atau SMA,,Tentunya masih inget dunk…gimana rasanya dihukum barenk satu kelas karena gk ngerjain PR, atau bercanda dengan teman – teman kita dikantin sekolah.
Lah sudah lama kan gak ketemu temen – temen lama. Gimana kalau kalian semua adakan REUNI… Ada banyak sekali manfaat dibalik acara reuni, ini adalah sebagian dari berbagai manfaat tersebut :
1. Flashback in time - Time Machine.
Jika ada pendapat bahwa mesin waktu belum ditemukan, maka sebaiknya orang tersebut segera mengikut reuni sekolahnya.
Berada di antara rekan-rekan lama, di antara guru-guru yang pernah mengajar kita, bahkan berada di tempat di mana kita menuntut ilmu dulu, seakan-akan kita berada dalam mesin waktu, kembali ke masa lalu

Masa lalu tidak bisa kita ubah, tapi bisa kita "alami" lagi. Keadaan itu membuat kita merenungkan kembali, apa yang sudah pernah kita lakukan di masa lalu, salah satu faktor yang membuat kita menjadi seperti sekarang ini.
Belajar dari "kesalahan-kesalahan" atau "kebodohan-kebodohan" yang kita lakukan dulu, sekarang kita bisa menertawakan diri kita sendiri.

2. Back to the Future
Seiring dengan berakhirnya waktu reuni, itulah saatnya kembali ke masa kini. Waktunya untuk menyadari apa yang terjadi sekarang dan mulai merencanakan hal-hal besar untuk masa depan kita nanti.
Kawan-kawan yang dulu sering tertawa bersama, sekarang ada yang sudah menjadi pribadi-pribadi yang jauh berbeda.
Ada yang sudah sukses menjalankan perusahaan, ada yang masih menjadi karyawan, ada pula yang masih mencari jati dirinya.
Ada yang sukses dalam kehidupan, ada yang pernah mengalami kegagalan.

3. What you had been - what you will be
Reuni menyadarkan kita seperti apa kita dulu. Kita bisa menarik "garis lurus" dari masa itu ke masa kini dan mempelajari "trend" atau perkembangan pribadi kita sendiri.
10 tahun yang lalu kita melakukan hal ini, maka 10 tahun kemudian kita menjadi seperti ini.
Jika sekarang melakukan itu, apa jadinya kita di 10 tahun kemudian?

4. Change the way you change.
Trend "garis lurus" kehidupan pribadi yang menuju ke masa depan, bisa kita "belokkan" ke arah yang lebih besar, lebih mulia dan lebih terhormat.
Menyadari kekurangan dan kelebihan serta gaya belajar kita, mengambil keputusan untuk mengubah cara kita berubah, dan memantaskan diri untuk menyambut masa depan, supaya keberhasilan tidak malu datang kepada kita.

» Read More...

CURAHAN HATI SANG MUJAHID KEPADA ISTRINYA, SERTA JAWABAN TULUS DARI ISTRI PEJUANG

Dikirim oleh: Sudarmawan,S.kk. Alumni 2003
Sudarmawan84@yahoo.co.id


(Nasehat Bagi Istri Dan Calon Istri pejuang Islam)

Isteriku...

Apabila kusentuh telapak tanganmu...

Ku usap-usap, terasa semakin kasar dan keras...

Apabila kutatap wajahmu...

Terpancar sinar bahagia dan ketenangan walaupun ku tahu...

Redup matamu menyimpan satu rintihan yang berat...

Apabila kutersentak dari pembaringan dikala fajar kazib menyingsing...

Aku terpana dengan munajatmu yang syahdu..


Isteriku...

Tatkala teman-temanmu sedang bersantai di samping...

Insan-insan tersayang di dunia mereka...

Engkau bahagia mengorbankan seluruh detik-detikmu...

Hanyalah untuk Islam....

Tatkala lengan-lengan mereka dibaluti dengan pelbagai hiasan duniawi yang indah...

Leher-leher mereka dilingkari dengan kilauan barang kemas...

Pakaian-pakaian mereka anggun persis puteri kayangan...

Wajah mereka diwarnai dengan aneka make up mahal..

Tapi kau tidak seperti mereka wahai zaujahku...

Kau umpama ladang ummah...

Kau menginfakkan seluruh jiwa dan ragamu demi kebangkitan Islam...

Kau tak pernah bersungut-sungut, meminta-minta, mengeluh,.. Apatah lagi untuk merungut, tak pernah semuanya...


Isteriku...

Bukan aku tidak mampu membelikan hiasan-hiasan tersebut...

Tetapi zaujahku...

Aku masih ingat tatkala aku menyuntingmu untuk dijadikan lentera di kamar hatiku...

Kau melafazkan, "Ana sudi menjadi sayap kiri perjuangan anta, tetapi dengan syarat.."

Kau tersenyum sambil menghela nafas dalam-dalam...

Aku termangu sendirian..

Syarat apakah itu? Sedankah...? Rumah mewah kah...?

Perabot mahal dari Itali kah?

Atau berbulan madu di Kota Pariskah?

Katakan... Aku mampu memberikan...

Lamanya kau mengumpul kekuatan untuk berkata.

Akhirnya...

Arghhh..! Permintaanmu itu...

Pasti ditertawakan oleh kerabat dan teman-teman ku...

Dengan penuh keyakinan kau berkata...

"Anta, mampukah anta menjadikan ana sebagai isteri yang kedua anta..?

Mampukah anta menjadikan Islam sebagai isteri pertama anta yang lebih memerlukan perhatian?

Mampukah anta meletakkan kepentingan Islam melebihi segala-galanya termasuklah urusan duniawi?

Mampukah anta menjual diri anta semata-mata kerana Islam?

Mampukah anta berkorban meninggalkan kelazatan dunia?

Mampukah anta menjadikan Islam laksana api yang membara...?

Dan anta perlu menggenggamnya agar bara itu terus menyala...

Mampukah anta menjadi lilin yang rela membakar diri untuk Islam...?

Bukannya seperti lampu dop yang bisa di 'on' kan bila perlu dan di 'off' kan bila terasa tidak perlu..

Mampukah anta mendengar hinaan yang bakal dilontarkan...

kepada anta kerana perjuangan anta..?

Dan... Mampukah anta menjadikan ana isteri seorang pejuang..

Yang tidak dimanjai dengan fatamorgana dunia..?

Adush!! Banyaknya syarat-syaratmu itu wahai zaujahku...

Namun aku terima syarat-syarat tersebut kerana aku tahu...

Jiwamu kosong dari syurga dunia...

Kerana aku tahu kau mampu mengubah dunia ini dengan iman dan akhlakmu..

Dan bukannya kau yang diubah oleh dunia..insyaAllah..!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Isteriku...

Akhirnya jadilah kau penolong setiaku sebagai nakhoda..

Yang membantu mengemudi bahtera kehidupan kita...

Susah senang kita tempuh bersama...

Aku terharu dengan segala kebaikanmu...

dan jaga akhlakmu...

Kau pelihara kehormatanmu selaku muslimah...

Kau tak pernah mengeluh apabila sering ditinggalkan...

Demi tugasku untuk menjulang Islam ke persada keagungan...

Kau sanggup dan sabar menungguku...

Sambil memberikan aku sebuah senyuman yang menjadi pengobat hatiku...

Dikala di ambang pintu tatkala aku pulang lewat malam...

Malah, kau sering meniupkan semangat untuk aku terus jihad di medan perjuangan ini...

Kau tabur bunga-bunga jihad walaupun kita...

Masih jauh dengan haruman kemenangan.


Isteriku...

Tangkasnya kau selaku belahan jiwa...

Biarpun kau sibuk bersama memperkuat tenaga bersamaku selaku sayap kiriku...

Kau siraminya dengan wangian cinta dan kasih-sayang..

Kau tak pernah menjadikan kesibukanmu itu untuk lari dari amanahmu...

Meskipun jadwalmu padat dengan agenda-agenda bersama masyarakat kaum sejenismu...

Sibuknya kau mendidik anak-anak...

Kau kenalkan mereka dengan Allah swt, Rasulullah saw, Ahlul bait serta mujahid dan mujahidah Islam...

Kau titipkan semangat mereka sebagai generasi pewaris jundullah...

Kau asuh mereka membaca Al-Quran...

Malah kau temani mereka saat mengkaji pelajaran......


Isteriku...

Barangkali inilah kebenarannya ungkapan keramat Al-Khomeini...

Tangan yang mengayun buaian (mengasuh bayi) bisa menggoncang dunia...

Andai Fatimah binti Rasulullah saw masih ada...

Pasti beliau tersenyum bangga kerana masih ada srikandi Islam..

SEPERTIMU... WAHAI ZAUJAHKU...!!!

Kata terakhirku: Andai kau isteri semulia Fatimah az-Zahra, semoga aku semulia Ali ..




UNGKAPAN LUGU DARI SEORANG PEMUDA TAWADHU' KEPADA CALON ISTRINYA, SERTA JAWABAN CALON ISTRI SALEHAH


Pemuda alumni AlFattah itu berkata, " Ukhty,Pria yang akan menikahimu,....

Tidakklah semulia Muhammad SAW.....

Tidakklah setakwa Ibrahim...

Pun tidak setabah Ayyub........

Ataupun tidak segagah Musa....

Apalagi setampan Yusuf,.......

Calon suami yang meminangmu, hanyalah Pria akhir zaman ...

Yang mempunyai cita-cita...

"Melahirkan" keturunan yang sholeh,

Dan membangun generasi Rabbani".....


Jawaban Dari Calon Istri Salehah,

Sang calon Istri itu berkata:

"Akhy, Aku bukanlah wanita sesabar Siti Sarah

Aku bukanlah wanita setegar Asiyah binti Muzahim istri Fir’aun

Aku bukanlah wanita sesuci Maryam

Aku bukanlah wanita secantik Siti Hawa

Aku bukanlah wanita setabah Siti Hajar

Aku bukanlah wanita seteguh Masyithah

Aku bukanlah wanita sebaik Khadijah

Aku bukanlah wanita selembut Fatimah

Aku bukanlah wanita setegar dan sesabar Aisyah

Dan aku juga bukan wanita seberani Ummu Sulaim

Tapi, aku adalah wanita akhir zaman yang berusaha menjadi solehah

Agar bisa mnjadi muslimah teguh dlm cubaan hidup walau tidak sehebat mrk."...

ditulis oleh: Soedarmawan Irama

» Read More...

Studi Kritis Sistem Pajak Kapitalis

Dalam sebuah iklan kampanye, ada sebuah parpol yang membuat program yang sangat mencengangkan kita semua yang masih awam. Janji manis tersebut berupa bantuan terhadap pemberdayaan masyarkat desa yang berjumlah kurang lebih 1 milyar rupiah per tahun demi mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Kita yang awam tentunya sangat kagum dan tercengang, bagaimana tidak jumlah yang sangat fantastis tersebut digelontorkan kepada kita semua. Program ini mengalahkan kebijakan pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT), tapi yang terpenting adalah seberapa berhasil pemerintah mengentaskan kemiskinan.

Apakah benar demikian ?

Allah berfirman : 
Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. yang demikian itu Karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. ( QS 03 : 112)

 Ya semua sudah mengerti bukan maksud penulis, memang betul sistem saat ini tidak akan bisa mengangkat derajat manusia menjadi yang lebih baik dan selamanya akan tetap dalam kehinaan sesuai janji Allah diatas. Mungkin banyak sekali kebobrokan sistem kapitalis yang kita saat ini. Menguraikannya akan menghabiskan waktu yang tidak sebentar karena terlalu banyak borok yang harus diungkap dan disembuhkan. Penulis ingin membagi hikmah kepada pembaca setia untuk memahami kembali syari’ah islam. Salah satu tema yang akan diusung dalam tulisan ini adalah tentang sistem perpajakan pola kapitalis dalam pandangan Islam.

DEFINISI PAJAK

Dalam istilah bahasa Arab, pajak dikenal dengan nama Al-Usyr atau Al-Maks, atau bisa juga disebut Adh-Dharibah, yang artinya adalah ; “Pungutan yang ditarik dari rakyat oleh para penarik pajak”. Atau suatu ketika bisa disebut Al-Kharaj, akan tetapi Al-Kharaj biasa digunakan untuk pungutan-pungutan yang berkaitan dengan tanah secara khusus.

Sedangkan para pemungutnya disebut Shahibul Maks atau Al-Asysyar.

Adapun menurut ahli bahasa, pajak adalah : “ Suatu pembayaran yang dilakukan kepada pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan dalam hal menyelenggaraan jasa-jasa untuk kepentingan umum”


MACAM-MACAM PAJAK

Diantara macam pajak yang sering kita jumpai ialah :
- Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yaitu pajak yang dikenakan terhapad tanah dan lahan dan bangunan yang dimiliki seseorang.
- Pajak Penghasilan (PPh), yaitu pajak yang dikenakan sehubungan dengan penghasilan seseorang.
- Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
- Pajak Barang dan Jasa
- Pajak Penjualan Barang Mewam (PPnBM)
- Pajak Perseroan, yaitu pajak yang dikenakan terhadap setiap perseroan (kongsi) atau badan lain semisalnya.
- Pajak Transit/Peron dan sebagainya.

ADAKAH PAJAK BUMI/KHARAJ DALAM ISLAM?

 Imam Ibnu Qudamah rahimahullah dalam kitabnya Al-Mughni (4/186-121) menjelaskan bahwa bumi/tanah kaum muslimin terbagi menjadi dua macam.

1). Tanah yang diperoleh kaum muslimin dari kaum kafir tanpa peperangan, seperti yang terjadi di Madinah, Yaman dan semisalnya. Maka bagi orang yang memiliki tanah tersebut akan terkena pajak kharaj/pajak bumi sampai mereka masuk Islam, dan ini hukumnya adalah seperti hukum jizyah, sehingga pajak yan berlaku pada tanah seperti ini berlaku hanya terhadap mereka yang masih kafir saja.

2). Tanah yang diperoleh kaum muslimin dari kaum kafir dengan peperangan, sehingga penduduk asli kafir terusir dan tidak memiliki tanah tersebut, dan jadilah tanah tersebut wakaf untuk kaum muslimin (apabila tanah itu tidak dibagi-bagi untuk kaum muslimin). Bagi penduduk asli yang kafir maupun orang muslim yang hendak tinggal atau mengolah tanah tersebut, diharuskan membayar sewa tanah itu karena sesungguhnya tanah itu adalah wakaf yang tidak bisa dijual dan dimiliki oleh pribadi ; dan ini bukan berarti membayar pajak, melainkan hanya ongkos sewa tanah tersebut.

 Jadi, dapat disimpulkan bahwa pajak pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah diwajibkan atas kaum muslimin, dan pajak hanya diwajibkan atas orang-orang kafir saja.

HUKUM PAJAK DAN PEMUNGUTNYA MENURUT ISLAM

 Dalam Islam telah dijelaskan keharaman pajak dengan dalil-dalil yang jelas, baik secara umum atau khusus masalah pajak itu sendiri.Adapun dalil secara umum, semisal firman Allah.

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil….”[An-NIsa : 29]

 Dalam ayat diatas Allah melarang hamba-Nya saling memakan harta sesamanya dengan jalan yang tidak dibenarkan. Dan pajak adalah salah satu jalan yang batil untuk memakan harta sesamanyaDalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Tidak halal harta seseorang muslim kecuali dengan kerelaan dari pemiliknya” [Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Jami’ush Shagir 7662, dan dalam Irwa’al Ghalil 1761 dan 1459.]

 Adapun dalil secara khusus, ada beberapa hadits yang menjelaskan keharaman pajak dan ancaman bagi para penariknya, di antaranya bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka” [HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7]

 Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dan beliau berkata :”Sanadnya bagus, para perawinya adalah perawi (yang dipakai oleh) Bukhari-Muslim, kecuali Ibnu Lahi’ah ; kendati demikian, hadits ini shahih karena yang meriwayatkan dari Abu Lahi’ah adalah Qutaibah bin Sa’id Al-Mishri”.

Dan hadits tersebut dikuatkan oleh hadits lain, seperti.

“Dari Abu Khair Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata ; “Maslamah bin Makhlad (gubernur di negeri Mesir saat itu) menawarkankan tugas penarikan pajak kepada Ruwafi bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu, maka ia berkata : ‘Sesungguhnya para penarik/pemungut pajak (diadzab) di neraka”[HR Ahmad 4/143, Abu Dawud 2930]

 Berkata Syaikh Al-Albani rahimahullah : “(Karena telah jelas keabsahan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Lahi’ah dari Qutaibah) maka aku tetapkan untuk memindahkan hadits ini dari kitab Dha’if Al-Jami’ah Ash-Shaghir kepada kitab Shahih Al-Jami, dan dari kitab Dha’if At-Targhib kepada kitab Shahih At-Targhib” [7]

Hadits-hadits yang semakna juga dishahihkan oleh Dr Rabi Al-Madkhali hafidzahulllah dalam kitabnya, Al-Awashim wal Qawashim hal. 45

 Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang mengisahkan dilaksanakannya hukum rajam terhadap pelaku zina (seorang wanita dari Ghamid), setelah wanita tersebut diputuskan untuk dirajam, datanglah Khalid bin Walid Radhiyallahu ‘anhu menghampiri wanita itu dengan melemparkan batu ke arahnya, lalu darah wanita itu mengenai baju Khalid, kemudian Khalid marah sambil mencacinya, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

 “Pelan-pelan, wahai Khalid. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh dia telah bertaubat dengan taubat yang apabila penarik/pemungut pajak mau bertaubat (sepertinya) pasti diampuni. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan (untuk disiapkan jenazahnya), maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menshalatinya, lalu dikuburkan” [HR Muslim 20/5 no. 1695, Ahmad 5/348 no. 16605, Abu Dawud 4442, Baihaqi 4/18, 8/218, 221, Lihat Silsilah Ash-Shahihah hal. 715-716]

 Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat beberapa ibrah/hikmah yang agung diantaranya ialah : “Bahwasanya pajak termasuk sejahat-jahat kemaksiatan dan termasuk dosa yang membinasakan (pelakunya), hal ini lantaran dia akan dituntut oleh manusia dengan tuntutan yang banyak sekali di akhirat nanti” [Lihat : Syarah Shahih Muslim 11/202 oleh Imam Nawawi]

( Sumber www.al-manhaj.or.id )

TAHUKAH ANDA?

 Pada sejarah awal perpajakan yang di mulai di Amerika ( kejadian Boston tea), pajak dikenakan kepada orang kaya. Seiring perkembangan peradaban si kaya pun enggan untuk membayar pajak. Maka dengan ilmu yang dia miliki dia bisa tidak membayar pajak dan itu dilakukan secara legal. Hasilnya yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Lho kok bisa ? tentu bisa dan ini sudah terbukti.

Sebuah judul buku Rich Dad Poor Dad karangan Robert T. Kiyosaki, dalam salah satu babnya membahas ini. Dia mengulas bagaimana caranya orang bisa terhindar dari pajak ( silahkan baca bukunya ). Sebagai gambaran ringan penulis akan mengilustrasikannya.

”Saya adalah seorang penjual pisang goreng dengan harga produksi Rp. 500 sedangkan harga penjualan sebesar Rp. 600, kemudian usaha saya terkena survei pemerintah dan terkena wajib pajak sebesar 10 % sebesar Rp. 50 jadi ongkos produksi saya sebesar Rp 550. karena saya tidak mau mengambil untung yang sedikit maka saya akan menaikan harga jual pisang goreng saya menjadi Rp. 650.”

 Dari ilustrasi di atas bisa kita simpulkan siapakah yang membayar pajak, apakah produsen yang mewakili golongan kaya atau konsumen yang miskin. Tentu sudah pasti yang miskinlah yang menganggung beban pajak. Dan banyak sekali studi kasus yang berhubungan dengan pajak yang belum kita ketahui. Maka tidak heran kalau yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin.

NEGARA TANPA PAJAK

Inilah hipotesis jika tidak ada pajak:

1. harga barang-barang semakin murah, karena gak perlu membayar pajak. Dampak ini akan dirasakan seluruh rakyat, sehingga jelas meningkatkan kesejahteraan rakyat (karena daya beli meningkat)

2. Perusahaan2 memiliki lebih banyak anggaran untuk meningkatkan gaji karyawan, dampaknya adalah para karyawan/buruh semakin sejahtera

3. Perusahaan2 memiliki lebih banyak modal untuk mengembangkan usahanya, yang artinya membuka lapangan kerja baru, menyerap tenaga kerja, mengurangi pengangguran, dan ujung2nya meningkatkan kesejahteraan bangsa

4. Para karyawan semakin kaya menimbulkan efek tingkat konsumsi meningkat, sehingga para pedagang semakin laris, berarti meningkatkan kesejahteraan para pedagang

5. Jika para buruh/karyawan dan pedagang semakin kaya maka akan menimbulkan efek domino berupa peningkatan konsumsi dalam segala bidang, sehingga produksi segala bidang juga meningkat, dan angka pertumbuhan ekonomipun meningkat
(Sumber www.ainuamri.wordpress.com)


KHATIMAH 

 Sudah saatnya ini semua berakhir, janganlah tertipu oleh janji manis yang diumbar oleh calon pemimpin selama tidak kembali ke pangkuan syari'ah. Dan terlepas dari itu semua butuh keasadaran yang tinggi dari ummat islam untuk kembali dalam pangkuan syari’ah islam. Dan penulis tidak ingin memberikan fatwa tentang kebijakan politik, yang penulis inginkan adalah kesadaran para ulama’ dan ummat untuk memahami bahwasannya ummat saat ini telah menderita. Dan salah satu solusi adalah kembali ke pangkuan Al Qur’an dan As Sunnah, itu semua bisa terlaksana jika umat ini bisa bersatu dan para ulama’ menjadi pemimpin yang melindungi ummat. ( Wallahu A’lamu Bishowwab)

» Read More...

Kelemahan Teori Scarcity

Krisis global yang melanda dunia saat ini adalah sebagai pertanda buruknya penataan system yang dikelola menggunakan pola capital. System capital yang berdiri atas dasar teori scarcity tidak mampu memberikan solusi yang baik dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi global. Karena memang konsep dasar dari scarcity adalah konsep ketamakan manusia danmembawa sebuah kecacatan dalam pola sistemnya. Dalam teorinya manusia menganggap bahwa kebutuhan mereka tidak terbatas sedangkan pemenuh kebutuhan bersifat terbatas. Padahal setiap makhluk yang ada di dunia ini tentunya memiliki keterbatasan, termasuk keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Hal ini tentunya memiliki sebuah kerumitan dalam pemahaman teori ini, jika memang kebutuhan manusia itu tidak terbatas sedangkan pemenuh kebutuhan itu bersifat terbatas, memang solusi mudahnya adalah memproduksi bahan pemenuh kebutuhan dalam skala yang amat besar (tanpa mampu untuk mempertimbangakan cara mendistribusikan barang pemenuh kebutuhan tersebut). Akibatnya bisa terjadi sebuah permainan harga karena jumlah produksi yang terlalu banyak tanpa diimbangi permintaan pasar sehingga menyebabkan inflasi dan juga menyebabkan eksplorasi sumber daya alam secara besar – besaran sehingga banyak kerusakan terhadap lingkungan. Padahal nantinya tidak semua barang yang terproduksi bisa dikonsumsi oleh banyak orang. Sehingga banyak terjadi ketimpangan dalam kehidupan social ekonomi di masyarakat


Pandangan global terhadap teori scarcity

Kelangkaan (scarcity) muncul sebagai akibat dari kondisi dimana keinginan manusia atas alat pemuas kebutuhan lebih besar dari jumlah alat pemuas kebutuhan yang tersedia. Berdasarkan kelangkaan tersebut, maka muncul apa yang disebut barang ekonomi, yaitu barang yang jumlah permintaannya lebih banyak dibandingkan jumlah barang yang tersedia. Barang ekonomi merupakan barang yang mempunyai nilai (harga). Jadi, barang memiliki nilai (harga) jika terdapat permintaan atas suatu barang dan jumlah permintaan tersebut lebih banyak dari barang yang tersedia. Jawaban atas permasalahan paradoks antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan terbatasnya (langkanya) sumber-sumber ekonomi yang tersedia, adalah dengan menambah jumlah produksi barang dan jasa setinggi-tingginya agar kebutuhan manusia yang tidak terbatas dapat diperkecil jaraknya.

Dengan demikian bisa mengandung pengertian konsekuensi dalam memahami hal ini. Pertama, bukan tidak mungkin dengan pola seperti ini (produksi massal) bisa menyebabkan sebuah permainan harga yang berujung pada sebuah perdagangan yang bersifat monopoli. Disebabkan banyak faktor yang terlibat dalam proses dalam pendistribusian karena dalam teori ini tidak disinggung tentang pendistribusian yang baik. Kedua, bisa jadi otoritas kepemerintahan tidak memiliki kewenangan dalam mengatur pertumbuhan pasar yang berhubungan dengan kesejahteraan warga banyak. Jika terjadi sebuah ketimpangan dalam sebuah system ekonomi negara bisa mencegah dan apalagi menyelamatkan keadaan disebabkan bebasnya pengawasan dalam system ini. Ketiga, dengan menggunakan system ini bisa menciptakan inflasi dalam suatu negara. Disebabkan pendistribusian yang kurang merata dalam barang produksi.

Tentunya ini semua adalah sifat pembawaan dalam pola scarcity yang membawa kecacatan. Dan tentunya sebuah keburukan tidak boleh banyak terkonsumsi oleh banyak orang yang akan menyebabkan tidak hanya kekacauan dalam dimensi ekonomi saja tetapi bisa menyangkut ke dimensi lain.

Benarkah Kebutuhan Manusia Tidak terbatas?



Sesungguhnya kebutuhan manusia terbatas. Kebutuhan manusia ada dua, kebutuhan pokok dan kebutuhan pelengkap. Kebutuhan pokok adalah kebutuhan manusia yang bersifat mendasar dimana bila kebutuhan ini tidak terpenuhi maka manusia akan mengalami kebinasaan atau kesengsaraan dalam hidup. Kebutuhan pokok ini terdiri dari sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan keamanan. Manusia tidak akan bisa hidup tanpa makanan dan manusia akan sengsara bila kekurangan makanan, namun kebutuhan manusia akan makanan sangat terbatas. Manusia rata-rata hanya makan tiga piring dalam sehari, kalaupun ada yang lebih dari tiga piring dalam sehari, yang demikian hanyalah sedikit orang, itupun tidak akan sampai seratus piring dalam sehari apalagi tidak terbatas. Demikian pula dengan pakaian, manusia membutuhkan pakaian yang layak untuk dipakai sehari-hari yang berguna untuk melindungi badan dari cuaca dan untuk menjaga kehormatan diri, namun kebutuhan manusia akan pakaian juga terbatas, wajarnya setiap manusia berganti pakaian dua kali dalam sehari, sehingga kebutuhan akan pakaianpun juga terbatas. Kebutuhan manusia akan perumahan juga demikian, satu keluarga satu rumah sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan. Sedangkan pendidikan, kesehatan dan keamanan adalah kebutuhan yang bersifat immateri (jasa).

Jenis kebutuhan ini juga terbatas, pendidikan memang luas, namun ilmu yang dibutuhkan manusia untuk hanya sekedar menjalani kehidupan dengan layak terbatas. Kesehatan juga demikian, tidak setiap hari manusia sakit, sehingga kebutuhan manusia akan kesehatan terbatas. Keamanan pun demikian, kriminalitas dapat ditekan dan kebutuhan manusia akan keamanan dapat dipenuhi dengan baik. Sedangkan kebutuhan pelengkap adalah kebutuhan tambahan dari kebutuhan pokok untuk mempernyaman kehidupan. Orang tidak binasa atau sengsara bila kebutuhan tidak terpenuhi. Contoh kebutuhan ini adalah memperindah rumah, memiliki mobil, rekreasi dll. Janis kebutuhan ini juga terbatas, karena pada dasarnya manusia dapat hidup lebih baik dan lebih nyaman tanpa harus memiliki segalanya. Jadi alasan apa lagi untuk menutupi ketamakan manusia?

Perbedaan mendasar antara ekonomi islam dan kapitalis dalam memenuhi barang kebutuhan

Terdapat perbedaan penting antara sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi lainnya, khususnya Kapitalis dalam memandang apa sesungguhnya yang menjadi permasalahan ekonomi manusia. Menurut sistem ekonomi kapitalis, permasalahan ekonomi yang sesungguhnya adalah kelangkaan (scarcity) barang dan jasa. Hal ini karena setiap manusia mempunyai kebutuhan yang beranekaragam dan jumlahnya tidak terbatas sementara sarana pemuas (barang dan jasa) yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia terbatas. Sebagai catatan yang dimaksud kebutuhan di sini mencakup kebutuhan (need) dan keinginan (want), sebab menurut pandangan ini pengertian antara kebutuhan (need) dan keinginan (want) adalah dua hal yang sama, yakni kebutuhan itu sendiri. Setiap kebutuhan yang ada pada diri manusia tersebut menuntut untuk dipenuhi oleh alat-alat dan sarana-sarana pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Oleh karena di satu sisi kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas sementara alat dan sarana yang digunakan untuk memenuhinya terbatas, maka muncullah konsep kelangkaan.

Dari pandangan tersebut di atas maka sistem ekonomi kapitalis menetapkan bahwa problematika ekonomi akan muncul pada setiap diri individu, masyarakat atau negara karena adanya keterbatasan barang dan jasa yang ada pada diri setiap individu, masyarakat atau negara untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Karena itu disimpulkan bahwa problematika ekonomi yang sesungguhnya adalah karena adanya kelangkaan (scarcity).

Dari sinilah muncul pandangan dasar terhadap problematika ekonomi, yaitu tidak seimbangnya antara kebutuhan yang tidak terbatas dengan alat dan sarana pemuasnya yang terbatas. Sehingga dengan demikian barang dan jasa yang ada tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan manusia secara menyeluruh. Pada saat itulah masyarakat akan menghadapi problematika ekonomi, yaitu kelangkaan atau keterbatasan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Akibat pasti dari kelangkaan dan keterbatasan ini adalah adanya sebagian kebutuhan yang senantiasa tidak terpenuhi secara sempuma atau bahkan tidak terpenuhi sama sekali.

Dalam banyak literatur modern, istilah ilmu ekonomi secara umum dipahami sebagai suatu studi ilmiah yang mengkaji bagaimana orang-perorang atau kelompok-kelompok masyarakat menentukan pilihan. Pilihan harus dilakukan manusia pada saat akan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari karena setiap manusia mempunyai keterbatasan (kelangkaan) dalam sumberdaya yang dimilikinya. Pilihan yang dimaksud menyangkut pilihan dalam kegiatan produksi, konsumsi, investasi, serta kegiatan distribusi barang dan jasa di tengah masyarakat. Intinya, pembahasan ilmu ekonomi ditujukan untuk memahami bagaimana masyarakat mengalokasikan keterbatasan (kelangkaan) sumberdaya yang dimilikinya.

Ilmu ekonomi membahas aktivitas yang berkaitan dengan: alokasi sumberdaya yang langka dalam kegiatan produksi untuk menghasilkan barang dan jasa; cara-cara memperoleh barang dan jasa; kegiatan konsumsi, yakni kegiatan pemanfaatan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup; kegiatan investasi, yakni kegiatan pengembangan kepemilikan kekayaan yang dimiliki; serta kegiatan distribusi, yakni bagaimana menyalurkan barang dan jasa yang ada di tengah-tengah masyarakat. Seluruh kegiatan ekonomi—mulai dari produksi, konsumsi, investasi, serta distribusi barang dan jasa tersebut—dibahas dalam ilmu ekonomi yang sering dipaparkan dalam berbagai literatur ekonomi kapitalis.

Pandangan sistem ekonomi kapitalis di atas—yang memasukkan seluruh kegiatan ekonomi; mulai dari produksi, konsumsi, investasi, hingga distribusi dalam pembahasan ilmu ekonomi—berbeda dengan pandangan sistem ekonomi Islam. Perbedaan ini dapat diketahui dengan merujuk pada sumber-sumber hukum Islam berupa al-Qur’an dan as-Sunnah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. bersabda:

“Dua telapak kaki manusia akan selalu tegak (di hadapan Allah) hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan; tentang ilmunya untuk apa ia pergunakan; tentang hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia pergunakan; dan tentang tubuhnya untuk apa ia korbankan.” [HR .at-Tirmidzi dari Abu Barzah r.a.].

Hadis di atas memberikan gambaran bahwa setiap manusia akan dimintai pentanggungjawabannya atas empat perkara: umur, ilmu, harta, dan tubuhnya. Tentang umur, ilmu, dan tubuhnya, setiap orang hanya ditanya dengan masing-masing satu pertanyaan. Tentang harta, setiap orang akan ditanya dengan dua pertanyaan, yakni dari mana harta diperoleh dan untuk apa harta dipergunakan. Dengan demikian, Islam mengatur dan memberi perhatian yang besar terhadap aktivitas manusia yang berhubungan dengan harta. Dengan kata lain, Islam memberikan perhatian yang besar pada bidang ekonomi.

Akan tetapi, pengaturan Islam dalam bidang ekonomi tidak mencakup seluruh kegiatan ekonomi. Dalam konteks pengadaan serta produksi barang dan jasa, Islam tidak mengaturnya; bahkan menyerahkannya kepada manusia. Islam hanya mengatur kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan tatacara perolehan harta (konsep kepemilikan); tatacara pengelolaan harta, mulai dari pemanfaatan (konsumsi) hingga pengembangan kepemilikan harta (investasi); serta tatacara pendistribusian harta di tengah-tengah masyarakat. Pembahasan tentang pengadaan dan produksi barang dan jasa dipandang sebagai bagian dari ilmu ekonomi. Sementara itu, pembahasan tentang tatacara perolehan, pengelolaan, dan pendistribusian harta di pandang sebagai bagian dari sistem ekonomi. Atas dasar ini, Islam memberikan pandangan yang berbeda terhadap ilmu ekonomi dan sistem ekonomi.

Dan pandangan demikian muncul pula solusi pemikiran untuk memecahkan problematika ekonomi tersebut dengan jalan menitikberatkan pada aspek produksi dan pertumbuhan sebagai upaya untuk meningkatkan barang dan jasa agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Karena itulah maka sistem ekonom Kapitalis menitikberatkan perhatiannya pada upaya pemngkatkan produksi nasional dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Perhatian yang begitu besar terhadap aspek produksi dan pertumbuhan seringkali justru mengabaikan aspek distribusi dan kesej'ahteraan masyarakat banyak. Hal ini dapat dilihat dari keberpihakan yang sangat besar kepada para konglomerat, sebab pertumbuhan yang tinggi dengan mudah dapat dicapai dengan jalan ekonomi konglomerasi dan sulit ditempuh dengan mengandalkan ekonomi kecil dan menengah.

Karena sangat mengandalkan pada pertumbuhan ekonomi suatu negara, maka sistem ekonomi kapitalis tidak lagi memperhatikan apakah pertumbuhan ekonomi yang dicapai betul-betui riil yakni lebih mengandalkan sektor riil atau pertumbuhan ekonomi tersebut hanyalah semu, yakni mengandalkan sektor non-riil (sektor moneter). Dalam kenyataannya, sistem ekonomi kapitalis pertumbuhannya lebih dari 85 % ditopang oleh sektor non-riil dan sisanya sektor riil. Akibatnya adalah ketika sektor moneter ambruk, maka ekonomi negara-negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis )uga ambruk.

Berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis, maka sistem ekonomi Islam menetapkan bahwa problematika ekonomi yang utama adalah masalah rusaknya distribusi kekayaan di tengah masyarakat. Menurut Islam, pandangan sistem ekonomi kapitalis yang menyamakan antara pengertian kebutuhan (need) dengan keinginan (want) adalah tidak tepat dan tidak sesuai dengan fakta. Keinginan (want) manusia memang tidak terbatas dan cenderung untuk terus bertambah dari waktu ke waktu. Sementara itu, kebutuhan manusia ada kebutuhan yang sifatnya merupakan kebutuhan pokok (al hajat al asasiyah) dan ada kebutuhan yang sifatnya pelengkap (al hajat al kamaliyat) yakni berupa kebutuhan sekunder dan tersier. Kebutuhan pokok manusia berupa pangan, sandang dan papan dalam kenyataannya adalah terbatas. Setiap orang yang telah kenyang makan makanan tertentu maka pada saat itu sebenamya kebutuhannya telah terpenuhi dan dia tidak menuntut untuk makan makanan lainnya. Setiap orang yang sudah memiliki pakaian tertentu meskipun hanya beberapa potong saja, maka sebenamya kebutuhan dia akan pakaian sudah terpenuhi.

Demikian pula jika orang telah menempati rumah tertentu untuk tempat tinggal meskipun hanya dengan jalan menyewa maka sebenarnya kebutuhannya akan rumah tinggal sudah terpenuhi. Dan jika manusia sudah mampu memenuhi kebutuhan pokoknya maka sebenarnya dia sudah dapat menjalani kehidupan ini tanpa mengalami kesulitan yang berarti.

Adapun kebutuhan manusia yang sifatnya pelengkap (sekunder dan tersier) maka memang pada kenyataannya selalu berkembang terus bertambah seiring dengan tingkat kesejahteraan individu dan peradaban masyarakatnya. Namun perlu ditekankan disini bahwa jika seorang individu atau suatu masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan pelengkapnya, namun kebutuhan pokoknya terpenuhi, maka individu atau masyarakat tersebut tetap dapat menjalani kehidupannya tanpa kesulitan berarti. Oleh karena itu anggapan orang kapitalis bahwa kebutuhan manusia sifatnya tidak terbatas adalah tidak tepat sebab ada kebutuhan pokok yang sifatnya terbatas selain niemang ada kebutuhan pelengkap yang selalu berkembang dan terus bertambah.

Berbeda halnya dengan kebutuhan manusia, maka keinginan manusia memang tidak terbatas. Sebagai contoh seseorang yang sudah dapat makan kenyang kebutuhan akan makanan sudah terpenuhi tentunya ia dapat saja menginginkan makanan lainnya sebagai variasi dari makanannya. Demikian pula seseorang yang telah berpakaian kebutuhan akan pakaian telah terpenuhi tentunya dapat pula menginginkan pakaian lainnya yang lebih bagus dan lebih mahal. Contoh lainnya adalah seseorang yang telah memiliki rumah tinggal kebutuhan papannya telah terpenuhi tentunya dapat saja menginginkan rumah tinggal yang lebih besar dan lebih banyak. Oleh karena itu sebenarnya kebutuhan pokok manusia sifatnya terbatas adapun keinginan manusia memang tidak pernah akan habis selama ia masih hidup. Oleh karena itulah pandangan orang-orang kapitalis yang menyamakan antara kebutuhan dan keinginan adalah tidak tepat dan tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Karena itulah permasalahan ekonomi yang sebenarnya adalah jika kebutuhan pokok setiap individu masyarakat tidak terpenuhi. Sementara itu barang dan jasa yang ada, kalau sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok seluruh manusia, maka jumlah sangat mencukupi. Namun karena distribusinya sangat timpang dan rusak, maka akan selalu kita temukan - meskipun di negara-negara kaya orang-orang miskin yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok mereka secara layak.

Atas dasar inilah maka persoalan ekonomi yang sebenarnya adalah rusaknya distribusi kekayaan di tengah-tengah masyarakat. Dan untuk mengatasinya maka menurut sistem ekonomi Islam, haruslah dengan jalan memberi perhatian yang besar terhadap upaya perbaikan distribusi kekayaan di tengah masyarakat, namun aspek produksi dan pertumbuhan tetap tidak diabaikan.

Problematika ekonomi dan solusinya

Letak permasalahan ekonomi capital adalah tidak dibedakannya antara kebutuhan (needs) dengan keinginan (wants), inilah kelemahan mendasar teori scarcity. Kebutuhan manusia terbatas, sedangkan keinginan manusia tidak terbatas. Walaupun keinginan manusia tidak terbatas, namun keinginan manusia tetap terikat dengan persepsi manusia itu sendiri, sehingga keinginan manusia relatif mengikuti persepsi manusia itu sendiri. Ada manusia yang sekiranya mendapat satu gunung emas, dia menginginkan gunung emas yang kedua. Namun ada manusia yang sama sekali tidak menginginkan sekeping emas-pun karena dia memiliki persepsi bahwa dia hidup sederhana di dunia untuk meraih kehidupan lebih baik setelah kehidupan dunia. Walau manusia bisa menginginkan apapun, namun bisa jadi manusia tidak menginginkan “apapun” karena persepsinya. Jadi memang betul keinginan manusia tidak terbatas, namun keinginan manusia yang tidak terbatas itu sebenarnya relatif mengikuti persepsi manusia.

Dengan demikian, Tidak bisa dikatakan bahwa “Supply creates own demand” karena kebutuhan manusia terbatas. Kebutuhan akan barang dan jasa terbatas, sehingga tidak semua penawaran terserap pasar. Permintaan konsumen sangat terbatas, memaksakan untuk memproduksi barang atau jasa tanpa kesesuaian kebutuhan dan kondisi konsumen akan menyebabkan ketidakseimbangan pasar. Kebutuhan manusia terbatas, alat pemuas kebutuhan manusia juga terbatas. Bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidup yang terbatas tersebut dengan alat pemuas kebutuhan yang juga terbatas? inilah sebanarnya falsafah yang mendasari manusia untuk melakukan sesuatu kegiatan dan mengambil pilihan-pilihan. Jadi, Permasalahan ekonomi adalah bagaimana kebutuhan pokok setiap individu manusia terpenuhi dan adanya keleluasaan bagi setiap manusia untuk memenuhi kebutuhan pelengkapnya, dengan cara tertentu sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat.

Bagaimana kebutuhan pokok setiap manusia dapat terpenuhi? Jawabannya adalah produksi dan distribusi. Produksi adalah aktifitas untuk mengadakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan sedangkan distribusi adalah aktifitas untuk menyampaikan barang dan jasa pemuas kebutuhan kepada masyarakat. produksi berkaitan dengan pertanyaan, 1. Barang apa yang akan diproduksi?, 2. Bagaimana barang diproduksi?, sedangkan distribusi berkaitan dengan pertanyaan?, 3. Untuk siapa barang yang diproduksi dan bagaimana mekanisme pendistribusiannya?

1. Barang apa yang akan diproduksi.
Berdasarkan teori kelangkaan, maka muncul apa yang disebut dengan barang ekonomi. Barang ekonomi merupakan barang yang jumlah permintaannya lebih banyak dibandingkan jumlah barang yang tersedia, sehingga barang tersebut memiliki nilai dan harga. Semakin banyak barang yang tersedia, maka semakin murah harganya, sebaliknya semakin sedikit jumlahnya maka semakin mahal harga. Barang ekonomi-lah yang menjadi pembahasan para ekonom, sedangkan barang yang jumlahnya besar dan jumlahnya melebihi permintaannya disebut barang bebas dan tidak dibahas.

Teori tentang barang ekonomi yang dilandasi dengan teori kelangkaan adalah teori yang lemah, karena pembahasan tentang barang ekonomi hanya memperhatikan permintaan saja. Barang disebut sebagai barang ekonomi bila ada permintaan atas barang tersebut. Dengan teori tersebut, maka barang-barang berbahaya pun dapat disebut sebagai barang ekonomi. Miras dan narkoba bisa disebut sebagai barang ekonomi karena permintaan akan barang tersebut, padahal jelas-jelas barang tersebut membahayakan masyarakat. Seharusnya untuk disebut sebagai barang ekonomi tidak cukup hanya permintaan atas barang tersebut, namun manfaat barang tersebut dan nilai yang dianut oleh masyarakat juga menjadi penentu apakah barang tersebut termasuk barang ekonomi yang akan diproduksi.

Manfaat barang berkaitan dengan kebutuhan manusia, yaitu apakah barang yang akan diproduksi adalah barang yang dibutuhkan oleh masyarakat atau malah membahayakan, sedangkan nilai yang dianut oleh masyarakat berkaitan dengan nilai yang dianut atau peraturan yang diterapkan dalam sebuah masyarakat.Seberapa banyak akan diproduksi? Jumlah produksi berkaitan dengan permintaan, sedangkan permintaan berkaitan dengan kebutuhan manusia baik kebutuhan pokok maupun kebutuhan pelengkap. Maka, tidak bisa dikatakan bahwa “Supply creates own demand” karena tidak selalu penawaran menciptakan permintaanya sendiri atau tidak selalu barang yang diproduksi terserap oleh pasar. Produksi atau penawaran selalu terikat dengan permintaan dan permintaan selalu terikat dengan kebutuhan manusia yang terbatas.

2. Bagaimana barang diproduksi
Masalah ini menyangkut teknik untuk memanfaatkan sumber daya untuk memproduksi barang yang dibutuhkan. Manusia selalu berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Manusia selalu mencari penemuan baru-baru. Dulu, petani hanya menggunakan cangkul dan pengairan hujan, namun kini berkembang dengan menggunakan traktor dan irigasi. Varietas unggul ditemukan sehingga umur padi lebih pendek dengan kualitas yang lebih baik. masalah ini menyangkut tehnologi yang senantiasa dikembangkan oleh manusia, dan sifat teknologi adalah netral atau tidak terikat dengan peradaban tertentu.

3. Untuk siapa barang yang diproduksi atau mekanisme distribusi?
Barang dan jasa tersebut diproduksi untuk memenuhi permintaan. Ruang lingkup permintaan bukanlah konsumen secara keseluruhan atau masyarakat pada umumnya, tetapi sekelompok konsumen atau sebagian masyarakat yang melakukan permintaan atas barang dan jasa yang ditawarkan produsen. Di mana kemampuan konsumen melakukan permintaan bergantung pada kekuatan daya belinya. Jadi hanya bagi konsumen yang mampulah barang dan jasa yang diproduksi diperuntukkan, bukan bagi orang-orang yang tidak mampu atau golongan miskin. Dua titik pertemuan antara “permintaan konsumen” yang memiliki kemampuan dengan penawaran produsen yang memiliki kemampuan produksi menghasilkan keseimbangan ekonomi (economic equilibrium). Harga menentukan siapa saja yang dapat masuk ke dalam area produksi dan siapa saja konsumen yang dapat mengkonsumsi barang dan jasa. Inilah yang dimaksud dengan harga sebagai metode distribusi ekonomi.

Distribusi bagi produsen adalah ketika harga (biaya produksi) menentukan harus berhenti berproduksi atau tetap mampu berproduksi. Bagi produsen yang tetap mampu berproduksi, maka ia harus mengevaluasi dan mengatur kembali barang apa saja yang diproduksi (termasuk masalah kualitas), berapa banyak harus diproduksi, dan kelompok konsumen mana yang dibidik.Distribusi bagi konsumen adalah ketika harga mengharuskannya menghitung-hitung kemampuannya dalam membeli barang dan jasa. Harga membuat sekelompok konsumen yang mampu dapat memenuhi segala kebutuhan dan keinginannya. Harga membuat sekelompok konsumen yang kurang kemampuannya untuk secara tidak penuh mengkonsumsi barang dan jasa yang dibutuhkannya. Harga pula membuat konsumen yang sama sekali tidak mampu untuk gigit jari karena tidak dapat mengkonsumsi barang yang dibutuhkannya.

Penutup

Dalam tulisan ini telah banyak membuka kebobrokan sebuah system capital. Yang tentunya harus kita hindari dengan hati-hati mengingat bahaya yang dibawa menimbulkan efek yang besar. Dengan artikel ini paling tidak bisa memberikan sebuah pencerahan dalam memahami permasalahan saat ini yang harus disertai dengan aplikasi yang nyata. Paling tidak ini telah membawa kita menuju sebuah pemahaman bahwasannya solusi kita saat ini adalah dengan berdirinya sebuah system syari’ah yang bisa mensejahterakan dunia. Dan kenapa harus syari’ah? Pertama, konsep ini dating dari yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui yaitu Allah SWT. Kedua, tidak ada konsep lagi yang bisa menandingi konsep syari’ah. Karena kita semua telah memahami bagaimana buruknya system yang dibuat oleh tangan manusia baik itu capital ataupun sosialis.
Kondisi krisis saat ini bisa jadi disebabkan ketidaktahuan masayrakat umum tentang system syari’ah yang selama ini tertutup oleh system capital. Dan diharapkan kepada para pembaca paling tidak harus bisa memberikan informasi ini (da’wah) kepada masyarakat umum. Sebagaimana hadits nabi “ Sampaikanlah ajaranku walau satu ayat”. Jika kita tahu masalah tentang ekonomi syari’ah maka harus bisa menda’wahkannya bagi masyarakat yang belum tahu. Jika demikian suatu saat nanti akan tercipta sebuah ketentraman bagi semua dibawah panji khilafah islamiyah.



DAFTAR PUSTAKA

Al-Badri, A. A. 1992. Hidup Sejahtera dalam Naungan Islam (terj.). Penerbit Gema Insani Press, Jakarta.

Mannan, M.A., 1993. Teori dan Praktek Ekonomi Islam. Penerbit PT. Dana Bhakti Wakaf, Yogyakarta.

Qardhawi, Y., 1995. Peran Nilai dan Moral dalam Perekonomian Islam (terj.). Penerbit Robbani Press. Jakarta.

Website www.hayatulislam.net

Website www.hizbut-tahrir.or.id

Website www.khilafah1924.org

» Read More...

IDENTITAS MUSLIM

Dari seluruh ajaran agama yang ada di dunia ini, islam memiliki karakter berbeda dan paling sempurna yang mampu memberikan solusi atas semua permasalahan hidup manusia. Aturan – aturan yang dimiliki tidak hanya sekedar ritual saja, melainkan semua aktivitas harian adalah bentuk ritual (ibadah) kepada Allah. Sehingga hidup ini bisa lebih berarti dan “lebih punya taste” juga tidak ada nilai yang sia – sia dalam menjalani kehidupan. Bahkan jika kita melakukan kegiatan ekonomi, itu bukanlah sebuah hal yang bersifat duniawi dan matrealistis saja. Ini bisa menjadikan sebuah ladang pengabdian kita kepada yang menurunkan syari’at (jika itu memang dilaksanakan dengan benar). Maka jangan khawatir tentang hadits “ Sungguh rugi budak dinar dan budak perut mereka sendiri”, karena semua sudah ada aturannya jika ingin kebahagiaan dunia dan akhirat.

Generasi muslim seharusnya bisa menjadi pelopor dalam memberikan keteladanan pada tatanan masyarakat dunia, yang dimana kondisi global saat ini sedang mengalami kemerosotan moral secara total. (sekali lagi) Seharusnya generasi muslim bisa menyadari kondisi seperti ini. Bukan malah ikut terperosok dalam jurang – jurang kekufuran. Dan pemandangan ini (menurut saya) adalah sebuah tindakan konyol, menggelikan dan sekaligus menyedihkan. Bagaimana tidak generasi yang digadang-gadang sebagai ummat terbaik justru mengganti identitas mereka dengan identitas kekafiran yang hina. Selaku generasi Islam yang meyakini bahwa islam adalah agama yang mulia dan tinggi kedudukannya, pantang menyebutkan kekasih mereka adalah Rasulullah Muhammad SAW, pantang mengaku kitab pedoman adalah Al qur’an jika tidak pernah meyakini kebenarannya dan melaksanakan ajarannya. Pantaskah seorang yang hina dan kotor bisa membawa beban suci ? Jawabnya tidak akan bisa, justru ia akan menambah kefasikan dan kekufuran mereka sendiri.

Anehnya ketika mereka kehilangan identitas mereka bukannya mencari jati diri mereka yang hilang malah mengganti dengan jati diri “murahan” dan mereka merasa bangga. Saat ini kebanyakan dari generasi Islam merasa mulia dan berbanga-ria dengan girang mandi dengan lumpur kekufuran, yang mereka kira dengan lumpur itu bisa memberi kemulyaan. Mereka sangat banga sekali ketika bisa berjingkrak – jingkrak di depan umum ketika ada mendengar alunan musik. Bahkan mereka rela menebus harga diri seperti ini dengan harta dan jiwa. (ingat tragedi konser musik). Mereka sungguh tidak peduli tentang itu semua, bahkan ketika dituntut untuk melepas jilbab dan mengumbar auratnya (bahkan tampil) telanjangpun mereka rela hanya dengan alasan tuntutan pekerjaan atau banyak lagi alasan mereka utuk menutupi ketidakmampuan mereka dalam menjalankan perintah Allah SWT. Sungguh aneh bukan ?

Sungguh benar Allah yang telah menjadikan orang-orang pilihan itu sedikit jumlahnya. Dan kebanyakan dari manusia adalah sesat dan kelak menjadi ahli neraka. Atau apakah ini sebuah taqdir setiap orang bahwa jalan mereka benar atau sesat ?. Lalu dimanakah letak hidayah? yang jelas Allah itu Maha Adil dan Bijaksana. Ia akan memberikan Hidayah-Nya kepada orang yang bersungguh-sungguh mencarinya. Hidayah tidak akan diberikan kepada siapa saja yang tidak menginginkannya. Permasalahannya bukan terletak pada hidayahnya tetapi pada kemauan tiap orang yang menginginkannya.(mnz)

» Read More...

Valentine Day's


“VALENTINE DALAM PANDANGAN ISLAM”

Artikel di bawah ini bukan merupakan murni 100% hasil karyaku, melainkan isiNya saya ambil dari KOREAN MUSLIM FEDERATION "KMF" dalam versi bahasa inggris yang kemudian aku translate kebahasa Indonesia. Adapun saya cuma menambahkan sedikit wacana pembuka,selebihnya argumen2 yang ada dalam artikel ini semua bersumber dari KMF.Thanks,semoga bisa menambah pengetahuan kita tentang Valentine yang sebenarnya.

"Valentine"Benarkah ia hanya kasih sayang belaka?

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)


Hari ‘kasih sayang’ yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut ‘Valentine Day’ populer banget boo’ dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam)"ayoo pasti ada yang sering ketempat gituan", hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil, ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan dukungan media massa seperti surat kabar, radio maupun televisi, sebagian besar orang Islam juga turut dihidangkan dengan iklan-iklan Valentine Day.Berikut freN2 bisa mengetahui asal mula Valentine itu kayak gimana seeH,berikut:

SEJARAH VALENTINE:

Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri ‘terjun’ dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut ‘Syuhada’) yang kerana kesolehan dan bersifat ‘dermawan’ maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai ‘upacara keagamaan’.


Tetapi sejak abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.


Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta ’supercalis’ kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai ‘hari kasih sayang’ juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu ‘kasih sayang’ itu mulai bersemi ‘bagai burung jantan dan betina’ pada tanggal 14 Februari.


Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti ‘galant atau cinta’. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang ‘martyr’ bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.


Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak ‘akidah’ muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN ISLAM

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?


Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:

“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.


Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-

Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam masalah ‘Valentine Day’.


1. PRINSIP / DASAR
Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan ’supercalis’ bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi ‘acara keagamaan’ yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.


2. SUMBER ASASI
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

3. TUJUAN
Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.


4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.


Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan ‘alternatif’ terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.


Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan ‘robot’ yang bernyawa.


MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.


Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.

Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.

Firman Allah s.w.t.:
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.


Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset ‘MURTAD’ yang mafhumnya :-

"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari ‘kasih sayang’ kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini karena hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Spanyol.

Rizki Alif(rockverico@gmail.com)

» Read More...